oleh

Bocor Halus “PERANG KOTA DI MULAI”.

-HEADLINE-904 Dilihat

“_Dalam pandangan Arsakal, politik praktis adalah sebuah perang terampil di mana aktor politik bersaing dan saling beradu untuk mendapatkan dukungan publik serta mencapai posisi puncak kekuasaan”_

Aroma percaturan suksesi kepemimpinan di Kota Ternate mulai tercium menyengat.Meskipun perang yang sebenarnya masih lima tahun ke depan, namun alarm perang kota itu mulai menyala di wacana publik.

Lumrah ! Politik praktis ibarat minyak kasturi yang menggoda, meskipun masih jauh, aromanya sudah bisa tercium.Mungkin saja ini perang politik, persiapan yang ditandai dengan gerakan sporadis tak terelakan mulai memantik bara perang kota.Mungkin pula kelompok kepentingan yang terafiliasi dengan kandidat tertentu layaknya pemegang pistol yang tak sengaja menekan pelatuk, bunyi tembakan pistol itu ditangkap publik sebagai code perang kota telah di mulai.

Baca Juga  Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Hal-Sel Tahun 2024 Meningkat

Seiring, muncul sejumlah nama sebagai kandidat mulai menghiasi wacana publik.
Ada nama Nasri Abubakar (Wawali Kota Ternate aktiv) Rizal Marsaoly (Sekot Ternate), dan tak ketinggalan ada nama Sahril Abdul Razak serta Erwin Usman, dua nama terakhir mantan calon walikota Ternate di Pilkada 2024.Tak menutup kemungkinan, ada nama-nama lain yang bakal muncul sebagai kandidat cawali Ternate.Sebut saja ada nama Iqbal Ruray, Ketua Deprov Malut saat ini, juga nama-nama di Trah kesultanan Ternate yang diprediksi bakal tak tinggal diam atau hanya menjadi penonton di perang kota.

Baca Juga  Arriving in Bumi Saruma, These Two Single Hal-Sel Hold a People's Bukber

Sejauh mana kekuatan para kandidat ini, masih terlalu dini untuk memprediksikan.Tetapi membuka lembaran buku politik kota ternate, asumsi siapa saja yang memiliki potensi kuat sedikit banyak bisa diprediksi.Tanpa mendahului data statistik kekuatan dan kelemahan para kandidat, ada catatan sejarah yang telah membentuk tradisi kekuatan politik Kota kesultanan ini.

Budaya politik memang tak bisa dipandang remeh-temeh karena budaya adalah salah satu elemen strategis dalam mengais potensi kekuatan.

Membaca Pilwako Kota Ternate layaknya memetakan perang kota sesungguhnya yang unik dan rumit.Potret sosial kota yang heterogen dan terafiliasi kuat pada kelompok-kelompok kepentingan serta partai politik menggambarkan kerumitan tersendiri.Butuh strategi dan langkah taktis guna bisa mengurai problematika politik kota menjadi dinamis.

Baca Juga  Lagi, Jurnalis Kembali Alami Kekerasan, Kali Ini Menimpa Jurnalis Tribun Ternate.Dunia Pers Mengutuk

Namun, sejarah perang politik kota modern di politik kota Ternate bisa menjadi panduan H prediktable.Jika kita baca dengan jernih budaya politik kota di pilwako Ternate, birokrat sentris masih unggul jauh dari politikus sentris.Dari pilwako ke pilwako selama beberapa periode ini, kandidat dengan latar belakang birokrat masih menguasai klasemen pilwako Ternate.Sebut saja ada Syamsir Andili, H.Burhan Abdurahman dan Tauhid Soleman, 3 nama dengan beack ground birokrat yang mengisi rezim pemerintahan kota Ternate ini setelahberhasil juara di 6 kali pilwako. Mereka menjungkalkan lawan-lawan tanding yang berasal dari klan politisi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *