Pandangan ini juga seirama dengan konsepsi adat se atoran negeri kesultanan.Simak saja pandangan dari Mufti Kesultanan Moloku Kie Raha dan Ismunandar AIM Sjah dari kekerabatan kesultana Ternate bahwa hanya pemimpin muslim yang bisa memimpin Maluku utara.
Oleh Ismunandar Sjah, pemimpin Malut harus memahami histori cultural negeri kesultanan Moloku Kie Raha yakni Adat Matoto Agama, Agama Matoto Kitabullah Alquran dan Sunnah.Dalam konsep ini, pemimpin Malut harus memahami konsepsi kitabullah Alquran dan Sunnah Rosulullah.
Mereka memandang barisan idiologis liberalis -Kapitalis “pesek” sebagai pemulung sampah residu idiologi liberal kapitalistik yang terbuang dari AS dan Eropa yang “so pastiu” dengan leberal-kapitalis yang mendekandenai moral dan serakah
Aliran Liberal-Kapitalistik.
Bagi kaum liberal-kapitalistik, siapapun warga negara Indonesia berhak mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku utara.
Bagi mereka, konstitusi nya demikian sehingga siapapun dengan latar belakang apapun sah-sah saja mencalonkan diri.Bagi kaum ini, Indonesia bukan negara teokrasi yang menganut paham sistem politik Islam sehingga siapapun calon Gubernur tidak bisa dilawan dengan ayat-ayat Allah dan Sunnah Rosul, para kontestan hanya bisa dilawan dengan ayat-ayat konstitusi.Orang Islam sekalipun jika dilarang oleh konstitusi seperti tengah dipenjara atau dicabut hak politiknya karena terpidana maka tidak bisa mencalonkan diri.
Liberalisme adalah ideologi yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai yang utama. Kapitalisme adalah ideologi di mana filsafat sosial dan politiknya didasarkan pada asas pengembangan hak milik pribadi. Kapitalisme merupakan perluasan dari paham kebebasan.
Sistem ekonomi liberal adalah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi. Sistem ekonomi ini dikenal juga dengan sebutan sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi pasar.
Kritik Idiologis.
Komentar