“Karena itu kami aksi di dua tempat di Komnas HAM dan rutan ini kami pastikan beliau sehat atau tidak,” ujarnya.
Ia bilang, jika hal yang tak diinginkan sampai terjadi kepada AGK saat dirawat di rutan, maka berpotensi terjadi gejolak. Pasalnya, eks gubernur dua periode itu memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat.
“Kalau mereka terus paksakan dan mereka tidak rawat inap, dan apabila terjadi apa-apa di dalam rutan, maka itu kami tidak bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa. Karena kedekatan emosional pak haji AGK dengan masyarakat besar, kalau terjadi apa-apa kan kita tidak menginginkan itu,” tegasnya.
“Oleh karena itu tuntutan kami agar beliau Pak Haji AGK dirawat inap karena sesuai dengan usia kan sehingga beliau harus dirawat inap,” tandas Haris.
Komentar