”Tidak hengky pengky dalam urusan bisnis baik itu proyek dan tambang yang berkaitan dengan Pemprov Malut” tegas dia.
Aktivis yang kini tengah mengkonsolidasikan Gerakan Rakyat Rempang dan PIK II ini menyatakan, Sherly Tjondoa adalah Gubernur yang memiliki latar belakang sebagai pebisnis kakap berpotensi terlibat conflik of interes jika tidak mundur total dari urusan kepentingan bisnisnya.Sejumlah usaha bisnis mulai perhotelan, pariwisata, perikanan, kehutanan, pertambangan dan general kontraktor sangat rawan konflik kepentingan.Dia mengkhawatirkan, Sherly bisa terjebak pada kepentingan bisnisnya jika tidak memutuskan rantai kepentingan bisnis dengan posisiny sebagai Gubernur.
”Kan beack ground Sherly demikian dan tentu dia berkepentingan atas keuntungan bisnis juga, makanya harus mundur total dan menyatakan semua unit bisnisnya tidak akan cawe-cawe apalagi main Hengky pengky terutama dalam urusan proyek dan pengurusan usaha tambang di Pemprov malut”tukas dia.
Muslim Arbi mengingatkan hal ini karena berdasarkan pengalaman, nyaris semua kepala daerah gagal mengelola pemerintahan Good Governances karena tak mampu mengelola kepentingan bisnis dengan kekuasaan.
Komentar