Namun pemilik nama inisial RM ini tak mau jumawa.Dia mengelak halus masih fakus mengabdi untuk rakyat, apalagi kata dia, pemerintahan kota Ternate juga baru terbentuk dan pilwako masih 5 tahun ke depan.
“Saya masih fokus terutama untuk penanganan recoveri danpak banjir di Gambesi, kastela dan Rua”ujar dia menanggapi media ini.
“Yang ada ni tong seperti bapece di lokasi banjir dari pagi sampe malam ni”sambung dia.
“Biarlah pilwako itu urusan rakyat Ternate karena siapa walikota itu pemimpin rakyat jadi rakyat yang berhak mencari sosok yang tepat dimata mereka”imbuhnya mawas diri.
Namun demikian, RM mengaku keinginan publik untuk mendorongnya ke panggung pilwako ramai berdatangan.
“Banyak sakali yang datang desak untuk saya harus ikut kontestasi pilwako, mereka mengaku siap lahir batin ikhlas lillahitaala mendukung dan bekerja untuk memenangkan saya”aku dia.
Di beberapa momentum Rizal mengaku harus menghadapi histeria emak-emak yang menyambutnya dengan teriakan “Tong pe Waikota berikut”
“Tetapi saya hanya sampaikan, saya masih fokus menuntaskan tanggun jawab mewujudkan visi misi pemerintahan Tauhid-Nasri sambil mengurai problem insidentil yang tak kalah seriusnya seperti bencana banjir saat ini”ujar dia.
Demikian Rizal Marsaoly, bagaimana dengan Nasri Abubakar, Marliza Marsaoly, Sahril Abdurajak, Erwin Usman dan Iqbal Ruray ?.
Sejauh ini mereka masih diam padahal nama mereka juga masuk kalkulator pilwako ternate.Namun publik curiga, diam-diam mereka telah mengusung rencana dan skenario merebut kursi 01 Kota Ternate.Mungkin bagi mereka semua akan indah pada waktunya dimana pada waktunya mereka akan bergerak
“Dong ini badiam dolong lagi”sahut salah satu warga kota ini.
Apapun perkembangannya, publik Kota Ternate logisnya sudah harus menggaumkan pilwako 2029.Itu penting dan strategis, prosew seleksi kepemimpinan yang lama akan menuju kematangan berikir menentukan calon pemimpin Kota Ternate yang tepat.Keker tu rekam jejak mereka agar pilihan rakyat tepat seperti di pilwako-pilwako sebelumnya, jika tidak bisa terjerembap pada konsep salah pilih.
Komentar